Islam Agama Seluruh Alam, Tak Ada dan Tak Butuh Pengganti Setelahnya

share on:
Islam Agama Seluruh Alam, Tak Ada dan Tak Butuh Pengganti Setelahnya-istidlal-org

Dahulu, Nabi dan rasul diutus untuk masa tertentu dan zaman yang terbatas. Adapun Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam adalah penutup para nabi.  Ajarannya telah sempurna dan tidak ada revisi sampai hari kiamat. Dengan kesempurnaannya, Allah jadikan Islam sebagai pedoman bagi manusia dan tidak ada lagi Nabi dan agama yang menggantikannya.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 40)

Hal ini telah disebutkan oleh banyak hadis mutawatir, salah satunya, dari Abdurrahman bin Shakr, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا نُبُوَّةَ بَعْدِي إِلَّا الْمُبَشِّرَاتِ. قَالَ: قِيلَ: وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ – أَوْ قَالَ – الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ.

“Tiada kenabian sesudahku, kecuali hanya mubasysyirat.” Ketika ditanyakan “Apakah mubasysyirat itu (berita-berita yang menggembirakan).” Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Mimpi yang baik,” atau, “Mimpi yang saleh.” (HR. Al-Bukhari No. 6505)

Baca juga: Hidup di Bawah Naungan Syariat, Sudah Siapkah Kita?

Di hadist yang lain melalui jalur Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Aku dianugerahi keutamaan di atas para nabi dengan enam perkara. Salah satunya adalah aku diutus kepada semua makhluk, dan para nabi ditutup olehku.” (HR. Muslim No. 817)

ISLAM BERLAKU DI SELURUH MUKA BUMI

Islam merupakan manhaj hidup yang tidak dibatasi oleh batasan-batasan geografis. Tidak hanya disyariatkan untuk suatu suku atau bangsa tertentu. Islam merupakan agama yang disyariatkan untuk seluruh umat manusia, dengan berbagai bangsa dan sukunya yang berbeda-beda.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Dalam sebuah hadits, dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan,

وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

Dan nabi-nabi dahulu (sebelumku) diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari No. 328)

ISLAM AGAMA SEPANJANG ZAMAN

Islam adalah ajaran untuk semua masa dan generasi, bukan ajaran yang terbatas oleh waktu tertentu di mana syariatnya berakhir seiring dengan berakhirnya zaman tersebut, sebagaimana ajaran-ajaran para nabi sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga: Posisi Syariat dalam Koridor Negara Bangsa

Tidak peduli seberapa maju sebuah zaman, Islam tetap dapat diterapkan dan mampu membawa manusia menuju kebahagiaan hidup. Zaman memang berkembang, pola hidup manusia berubah, kondisi zaman juga tak sama, namun bagaimanapun manusia tetaplah manusia. Manusia hanyalah hamba ciptaan Allah yang membutuhkan hidayah agar dapat hidup benar dan kembali pada-Nya.

Saat Allah menyempurnakan Islam dan menjadikannya pedoman hidup manusia, Allah tahu akan seperti apa zaman berubah. Allah tahu secara pasti, akan seperti apa masa kini di mana teknologi tinggi mengubah gaya hidup manusia. Allah juga tahu secara pasti, bakal seperti apa kemajuan zaman sekian abad ke depan. Pun begitu, Allah telah tetapkan ajaran Islam sebagai pedoman hidup manusia, dan tidak menggantinya lagi dengan menurunkan Nabi. Ini berarti, Islam akan tetap relevan sepanjang zaman.

Kesempurnaan dan kelengkapan ajaran Islam inilah menjadi bukti nyata kepada seluruh manusia, bahwa Islam adalah ajaran yang agung yang layak dan wajib menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia di mana pun mereka berada, kapan pun waktunya, dalam seluruh aspek kehidupannya. Allah berfirman,

Katakanlah: ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk’.” (QS. Al-A’raf: 158)

Karena menjadi agama yang universal, Islam mencakup segala aspek kehidupan manusia. Ajarannya menyentuh segenap dimensi kehidupan. Islam ada dalam ruang privat manusia, keluarga, publik, masyarakat, dan bahkan bernegara. Islam mengiringi dan memberi petunjuk manusia dari semenjak bangun tidur hingga tidur kembali.

Baca juga: Agama Mayoritas Bukan Manath Status Suatu Negeri (3/Tamat)

Dengan ajaran sempurna ini, Allah memerintahkan kepada seluruh manusia agar melaksanakan Islam secara keseluruhan dan tidak parsial.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Allah berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl: 89)

Ibnu Mas’ud berkata,

Di dalam al-Quran ini telah dijelaskan kepada kita segala ilmu dan segala hal.”

Sedangkan Mujahid mengemukakan,

Yakni, segala yang halal dan segala yang haram.”

Ungkapan Ibnu Mas’ud lebih umum dan lebih komprehensif. (Tafsir Al-Quranul ‘Adzim, Surat An-Nahl: 89)

Silakan bandingkan ajaran Islam dengan ajaran agama lain. Di dunia ini tidak ada ajaran  agama yang menuntun manusia pada kebaikan selengkap Islam.  Maka masihkah mencari pilihan lain? Wallahu a’lam. (Hanafi/istidlal.org)

 

REFERENSI:

Tafsir Al-Qur’anul Adzim, Ibnu Katsir
Al-Khashaish Al-Ammah Li Al-Islam, DR. Yusuf Qardhawi, Penerbit Beirut: Muassasah Al-Risalah, 1404/1983.

========================

Download kitab Al-Khashaish Al-Ammah Li Al-Islam DI SINI
share on: