Khutbah Jumat: Muslim Uighur Menjerit, Kita Bisa Apa?

share on:
Muslim Uighur ditindas China

Muslim Uighur Menjerit, Kita Bisa Apa?

Oleh : Fadlullah

 

Download materi khutbah jumat versi PDF klik DI SINI

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ

Jama’ah shalat Jum’at rahimahukumllah…

Di hari yang mulia ini, dalam majlis yang mulia ini, marilah kita senantiasa memupuk, merawat, mempertahankan, dan meningkatkan ketakwaan kita di hadapan Allah SWT. Marilah kita senantiasa menghiasi diri kita dengan ketakwaan kepada Allah SWT, di manapun kita berada, kapan pun kita berada, dan dalam kondisi apapun kita berada. Sebab, takwa adalah sebaik-baik bekal untuk menghadap Allah SWT.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Dan hendaklah kalian mencari bekal! Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Al-Baqarah [2]: 197)

Sebab, takwa adalah sebaik-baik perhiasan bagi diri kita.

وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

Dan pakaian ketakwaan adalah yang paling baik.” (Al-A’raf [7]: 26)

Jama’ah shalat Jum’at rahimahukumllah…

Selama beberapa dekade, pemerintah komunis Cina menindas kaum muslimin di Xinjiang, wilayah barat daya China, yang sekitar 11 juta penduduknya berasal dari suku muslim Uighur. Kaum muslimin Uighur adalah suku minoritas, di tengah lebih dari satu milyar penduduk China yang didominasi suku bangsa Han, yang mayoritasnya penganut Budha, Konghucu, dan Taoisme.

Selama ini pemerintah Cina memberangus hak beragama minoritas muslim Uighur. Ketaatan menjalankan ajaran agama Islam dianggap sebagai kejahatan besar terhadap negara Cina. Shalat lima waktu, shaum Ramadhan, berjilbab, tidak merokok, tidak berdansa dalam pesta pernikahan, tidak memakan daging babi, dan tidak meminum minuman beralcohol divonis sebagai tindakan kejahatan, radikalisme, terorisme, dan anti negara. Sehingga pelakunya dihukum dengan hukuman yang sangat berat.

Pada bulan Agustus 2018, Panel HAM PBB menyatakan telah menerima banyak laporan bahwa lebih dari satu juta etnis muslim Uighur di Cina ditahan dalam kamp-kamp rahasia. Dilaporkan oleh kantor berita Reuters pada Sabtu, 11 Agustus 2018, Gay McDougall, anggota Komite PBB bidang Penghapusan Diskriminasi Rasial, memperkirakan bahwa 2 juta orang warga minoritas muslim Uighur dipaksa menerima indoktrinisasi politik di wilayah otonomi Xinjiang barat.

Kelompok aktivis Pembela Hak Asasi Manusia Cina mengatakan dalam sebuah laporan bulan Juli 2018 bahwa 21 persen dari semua penangkapan yang tercatat di Cina pada 2017 berada di Xinjiang.

Jumlah Muslim Uighur yang ditangkap, direnggut dari keluarga dan hidup mereka, dan dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi—tanpa alasan lain selain menjadi Uighur dan Muslim—meningkat setiap harinya.

Tidak lama setelah PBB mengungkapkan berita tentang kamp-kamp konsentrasi tersebut, pada 28 Agustus 2018, Sigal Samuel dari The Atlantic menurunkan laporan berdasar dari pengakuan para mantan tahanan. Mantan narapidana telah mengatakan kepada wartawan bahwa selama proses indoktrinasi berlangsung beberapa bulan, mereka dipaksa untuk meninggalkan Islam, mengkritik keyakinan Islam mereka sendiri dan orang-orang dari sesama tahanan, dan membaca lagu propaganda Partai Komunis selama berjam-jam setiap hari. Para tahanan laki-laki dipaksa untuk mencukur janggut mereka dan dicekoki makan babi dan alcohol. Padahal daging babi dan minuman keras dilarang keras oleh Islam.

Kamp-kamp konsentrasi ini adalah tempat Muslim Uighur “dibentuk” kembali karakternya menjadi subjek atheis China. Itu adalah tempat yang mengerikan. Ketakutan dan kekerasan fisik, trauma psikologis, dan pelecehan emosional adalah alat yang digunakan pemerintah China, untuk mendorong tahanan Uighur untuk meninggalkan Islam dan meninggalkan adat istiadat mereka. Pemerintah China menyebut Islam sebagai “penyakit mental.”

 The Wall Street Journal melaporkan bahwa kamp-kamp konsentrasi meningkat dua kali lipat di wilayah Xinjiang dalam satu tahun terakhir. Program pencucian otak dan indoktrinasi ini tidak hanya diarahkan pada orang dewasa. China juga mengoperasikan panti asuhan untuk anak-anak Muslim Uighur yang direnggut dari orang tua mereka. Dalam pendidikan tersebut, mereka berusaha dipisahkan dari iman Islam dan dari warisan etnis mereka.

Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah…

Al-Qur’an dan As-Sunnah menegaskan bahwa umat Islam sedunia adalah saudara. Mereka harus saling mencintai, menyayangi, menguatkan dan menolong. Mereka harus diikat oleh solidaritas keimanan yang kuat. Mereka harus kompak bagaikan satu tubuh. Bagaikan satu bangunan yang kokoh. Mereka harus hidup senasib dan sepenanggungan. Senang dirasakan bersama, dan susah pun ditanggung Bersama.

Allah SWT berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sungguh hanya orang-orang beriman saja yang bersaudara.” (QS. Al-Hujurat [49]: 10)

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian lainnya.” (QS. At-Taubah [9]: 71)

Dari Abdullah bin Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ القِيَامَةِ

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Seorang muslim tidak akan menzalimi muslim lainnya dan tidak akan membiarkannya terzalimi. Barangsiapa memenuhi kebutuhan hidup saudaranya, niscaya Allah akan memenuhi kebutuhan hidupnya. Barangsiapa meringankan kesusahan hidup saudaranya (di dunia), niscaya Allah akan meringankan kesusahan hidupnya di akhirat.” (HR. Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580)

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ

Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak akan menzalimi saudaranya, tidak akan menelantarkan saudaranya (yang terzalimi) dan tidak akan merendahkannya.” (HR. Muslim no. 2564)

Dari Barra’ bin Azib RA, ia berkata,

أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجِنَازَةِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَرَدِّ السَّلَامِ وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ

Nabi SAW memerintahkan kami tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendoakan orang yang bersin, menjawab ucapan salam, menolong orang yang dizalimi, memenuhi undangan dan menunaikan sumpah.” (HR. Bukhari no. 6222)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwasanya Nabi SAW bersabda,

إِنَّ المُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Bukhari no. 481 dan Muslim no. 2585)

Dari Nu’man bin Basyir RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mendukung adalah bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakannya dengan mengalami sulit tidur dan demam.” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah…

Umat Islam secara keseluruhan, juga ormas-ormas Islam lokal dan nasional di semua negara berpenduduk mayoritas muslim, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Rabithah Alam Islami, Organisasi Pemuda Islam Internasional (WAMY), Organisasi Dakwah Islam Internasional (WICS), dan organisasi Islam internasional lainnya wajib memberikan dukungan material dan spiritual kepada minoritas muslim Uighur yang tertindas. Di antara bentuknya adalah sebagai berikut.

Pertama, menyebar luaskan informasi, melakukan kampanye penyadaran dan pemahaman kepada kaum muslimin dan masyarakat dunia atas kezaliman biadab yang dilakukan pemerintah Cina terhadap minoritas muslim Uighur. Dalam era globalisasi saat ini, berita-berita dan video-video tentang derita muslim Uighur yang tertindas bisa dijumpai dengan mudah di situs-situs berita dan chanel Youtube. Tinggal ada kemauan dan kesadaran ataukah tidak dari diri kita, kaum muslimin.

Kedua, memboikot produk-produk Cina, terutama produk-produk yang bukan kebutuhan pokok, dan atau produk-produk kaum muslimin telah mampu memproduksinya sendiri. Produk-produk iptek Cina seperti beberapa merk mobil, motor, lemari es, mesin cuci, AC, TV, radio, kipas angin, laptop, dan HP, adalah sebagian produk mereka yang sangat layak untuk diboikot. Sebagian besar produk tersebut adalah kebutuhan sekunder, atau bahkan tersier saja, bukan kebutuhan primer. Apalagi telah banyak alternatif produk lainnya, baik dari produsen muslim maupun dari produsen non-muslim yang tidak secara langsung memusuhi kaum muslimin.

Harta yang Allah karuniakan kepada kita adalah amanat. Pilihan ada di di tangan kita. Kita bebas akan membeli atau tidak membeli produk-produk negara komunis China yang menindas saudara-saudara muslim kita. Namun ingatlah bahwa pilihan apapun ada konskuensinya di dunia maupun akhirat.

Jika kita tetap membeli produk-produk negara China tersebut, maka kita telah membantu semakin kuatnya perekonomian China. Secara tidak langsung, hal itu berarti membantu rezim Komunis China untuk semakin menindas saudara-saudara muslim kita di Uighur. Hal itu berarti kita membantu rezim komunis China dalam melakukan perbuatan dosa dan kejahatan.

Adapun jika kita menahan harta kita, tidak membeli produk-produk negara komunis China tersebut, maka kita telah berupaya semampu kita untuk melemahkan perekonomian rezim komunis China. Betapa pun kecil nilainya usaha kita tersebut dibanding kekuatan raksasa ekonomi China, namun besar artinya dalam menguatkan ukhuwah dan mental saudara-saudara muslim kita di Uighur. Itu adalah bagian dari tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Itu adalah bagian dari jihad dengan harta.

Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ، وَأَنْفُسِكُمْ، وَأَلْسِنَتِكُمْ

Berjihadlah kalian melawan orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian, dan lisan kalian!” (HR. Abu Daud no. 2504, An-Nasai no. 3096, Ahmad no. 12246, Ad-Darimi no. 2431, dan Ibnu Hibban no. 4708)

Ketiga, menekan pemerintah Cina untuk menghentikan kezalimannya terhadap minoritas muslim Uighur. Tekanan tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara yang legal, seperti demonstrasi damai dan pemutusan hubungan diplomatik.

Keempat, menuntut dan mendorong lembaga-lembaga internasional seperti PBB untuk menjatuhkan sanksi yang berat terhadap pemerintah komunis Cina.

Kelima, senantiasa mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk minoritas muslim Uighur, di dalam shalat maupun di luar shalat. Baik dengan doa qunut nazilah maupun dengan doa-doa lainnya.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَ الذِّكْرِ اْلحَكِيمِ وَ تَقَبَّلَ مِنِّي وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمِ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} أَمَّا بَعْدُ…

Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah…

Al-Ittihad Al-‘Aalami li-Ulama’ Al-Muslimin, Persatuan Ulama Muslim Internasional, dalam pernyataan resminya menegaskan mengutuk keras ketidakadilan rezim komunis China terhadap kaum muslimin Uighur. Penindasan rezim China terhadap umat Islam Uighur adalah hal yang tidak bisa diterima.

Lembaga ulama internasional tersebut menuntut pemerintah China untuk membebaskan kaum muslimin yang ditahan di kamp-kamp konsentrasi, dan memberikan kaum muslimin kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya dengan leluasa.

Lembaga ulama tersebut juga menyerukan umat Muslim dan negara-negara Muslim untuk menanggapi masalah ini dengan sangat serius dan melacak peristiwa yang terjadi di sana. Ia juga menyerukan untuk mengangkat masalah ini dengan pihak berwenang China dan organisasi Hak Asasi Manusia yang terkait dengan PBB.

Pernyataan resmi lembaga ulama internasional yang diketuai oleh Syaikh Prof. Dr. Ahmad Abdus Salam Ar-Raisuni dan Sekjen-nya Syaikh Prof. Dr. Ali Muhyiddin Qurrah Daghi ini merupakan tauladan bagi para ulama dan tokoh Islam lainnya. Namun pernyataan resmi ini semata belum cukup. Ia harus ditindak lanjuti dengan langkah-langkah nyata oleh kaum muslimin sedunia, sebagaimana telah dijelaskan dalam khutbah pertama.

Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah…

Marilah khutbah Jum’at pada siang hari ini kita akhiri dengan banyak memanjatkan shalawat kepada Rasulullah SAW dan doa ke hadirat Allah SWT.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ ارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِّينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَلِىٍّ وَارْضَ عَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ وَ عَنِ التَّابِعِينَ وَتاَبِعِي التَّابِعِينَ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ, وَ ارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيَن.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اللهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالشُّيُوعِيِّينَ الصِّينِيِّينَ وَالشُّيُوعِيِّيَن الرُّوسِيِّينَ وَ اْلمُشْرِكِينَ  الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكِ، اللهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرِ اْلمُسْلِمِينَ اْلمُسْتَضْعَفِينَ واْلمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِكَ وَالْمُرَابِطِينَ فِي سَبِيلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَ زَمَانٍ. اللًّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُعَزَّرًا.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, وَ لَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ.

share on: