Khutbah Jumat: Orang Munafik Pemecah Belah Persatuan Umat

share on:
Khutbah Jumat Orang Munafik Pemecah Belah Persatuan Umat-istidlal.org

Orang Munafik Pemecah Belah Persatuan Umat

Oleh: Musa

 

 

Download materi khutbah jumat versi PDF klik DI SINI

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَقَالَ: وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗيَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ:

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Pertama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah ‘azza wajalla, Rabb yang telah memberikan kita berbagai kenikmatan, kelayakan hidup, kemampuan bergerak, akal untuk berpikir, hati untuk merasa, dan yang paling utama adalah nikmat iman.

Dengan nikmat iman yang menancap kuat dalam sanubari kita tersebut, kita berusaha sekuat tenaga untuk menjadi hamba-Nya yang shalih.

Shalawat dan salam senantiasa kita lantunkan teruntuk junjungan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau, bersama para sahabatnya telah berjuang hingga titik darah penghabisan mendakwahkan risalah Islam ini, hingga ke seluruh penjuru negeri.

Tidak ada tanah tempat menginjak, langit tempat berteduh, udara tempat bernafas, kecuali di sana telah ditegakkan kalimat tauhid laa ilaaha illallah muhammadun rasulullah.

Perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya adalah perjuangan yang dampak kebaikannya akan terus hidup di permukaan bumi ini hingga Allah ‘azza wajalla menerbitkan matahari dari arah barat.

Berbagai bentuk penentangan aral merintang, akan dilibas habis oleh para penerus dakwah risalah Islam ini. Oleh karena itu, marilah kita segera ambil bagian dalam proses iqamatuddin ini, agar kita dicatat oleh malaikat sebagai hamba-hamba Allah ‘azza wajalla yang bergabung dalam kafilah pembela kebenaran, mendakwah kalimat tauhid. Jika tidak demikian, maka habislah kita. Allah ‘azza wajalla akan singkirkan kita dari rombongan orang-orang beriman pembawa kebenaran.

Sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla dalam surat al-Maidah ayat 54:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓ ۙاَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍ ۗذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

Oleh karena itu, khatib senantiasa berwasiat kepada jamaah sekalian untuk selalu menjaga, merawat, dan meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah ‘azza wajalla.

Jangan sampai, iman dan takwa yang telah menancap kuat dalam pikiran dan hati kita, dan terwujud dalam perkataan lisan kita serta perbuatan anggota badan kita ini, terkikis oleh rayuan dan bisikan setan laknatullah ‘alaih yang berwujud jin atau pun manusia.

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Salah satu bahaya di antara sekian banyak bahaya yang menimpa umat ini adalah bahaya keberadaan orang-orang munafik dalam tubuh umat Islam.

Karena sedemikian bahayanya, Allah ‘azza wajalla mengabadikan julukan bagi mereka, al-Munafiquun, di dalam al-Quran dalam satu surat penuh.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗيَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?(QS. Al-Munafiqun: 4)

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Orang-orang munafik adalah musuh Islam yang paling kejam dan membahayakan. Keberadaan mereka di tengah-tengah umat Islam, seolah-olah mereka adalah bagian dari umat Islam, padahal mereka adalah musuh yang siaga menghancurkan barisan kaum muslimin dari dalam.

Orang munafik adalah musuh Islam yang mengenakan baju Islam. Mereka beribadah sebagaimana kaum muslimin beribadah. Mereka berinteraksi dengan sesama sebagaimana kaum muslimin berinteraksi. Kulit mereka sama dengan kulit kita. Mereka hidup bersama kaum muslimin. Sehingga, banyak kaum muslimin yang mengira bahwa orang-orang munafik ini adalah benar-benar bagian dari mereka.

Padahal, mereka inilah kelompok yang di setiap zaman selalu berbuat kerusakan; membunuhi para pemimpin umat Islam, menjerumuskan para pemimpin umat, menyesatkan para ulama, memecah belah persatuan umat, mengacaukan barisan pasukan perang umat Islam, melakukan pembusukan akidah dan pemikiran melalui bilik-bilik dalam tubuh umat ini.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

لَوْ خَرَجُوْا فِيْكُمْ مَّا زَادُوْكُمْ اِلَّا خَبَالًا وَّلَاَوْضَعُوْا خِلٰلَكُمْ يَبْغُوْنَكُمُ الْفِتْنَةَۚ وَفِيْكُمْ سَمّٰعُوْنَ لَهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ

Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim.” (QS. At-taubah: 47) 

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Betapa indahnya pesan imam al-Hasan al-Bashri, pesan ini terdapat dalam kitab Shifatun Nifaq karya Abu Ja’far bin Muhammad al-Faryabi,

“Sesungguhnya orang beriman itu tidak mengambil agama dari manusia, akan tetapi agama itu datang dari Allah ‘azza wajalla kemudian manusia mengambilnya.”

“Sesungguhnya orang munafik itu suka bermanis muka di hadapan manusia namun Allah ‘azza wajalla tolak isi hati dan amalan mereka.”

“Ada dua peristiwa yang terjadi dalam Islam; seorang lelaki berpikiran jahat yang mengaku bahwa jannah diperuntukkan bagi mereka yang memiliki pemikiran sama dengannya. Kemudian ia menghunuskan pedangnya dan menumpahkan darah kaum muslimin, ia menghalalkan kehormatan mereka, ia suka bermewah-mewah menghamba dunia, atas pemikiran itu ia meluapkan amarah, membunuh, dan memangsa.”

“Maha Suci Allah, tidaklah umat ini menemukan orang munafik melainkan ia selalu berusaha menaklukkan dan memengaruhi mereka, dan orang mariq, orang yang keluar dari agama, kecuali ia melakukan penentangan terhadapnya. Inilah dua kelompok yang keberadaannya selalu membuat sengsara setiap muslim.”

“Wahai anak adam, jagalah agamamu, jagalah agamamu! Karena agamamu adalah darah dan dagingmu. Bila agamamu selamat, maka darah dan dagingmu akan selamat. Bila sebaliknya, mohonlah perlindungan kepada Allah. Karena, akibat yang akan kamu dapatkan dari kerusakan adalah api yang tak pernah padam, luka yang tak pernah sembuh, siksa yang tak mengenal kata akhir, dan jiwa yang tak pernah mati.”

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Beliau juga berpesan,

“Manusia itu berada di salah satu dari tiga posisi ini; mukmin, munafik, atau kafir. Orang mukmin adalah orang yang berbuat dengan ketaatan kepada Allah ‘azza wajalla, orang kafir adalah orang yang telah dihinakan Allah ‘azza wajalla sebagaimana kalian lihat. Sedangkan orang munafik mereka berada di ruangan-ruangan, rumah-rumah, dan di jalan-jalan (tersebar di mana-mana), na’udzubillah.”

Wallahi, mereka tidak tahu tentang Rabb mereka, yang mereka ketahui adalah pengingkaran terhadap Rabb mereka dengan perbuatan keji yang mereka lakukan. Tampaklah pada diri mereka kebodohan, sedikit ilmu, dan jauh dari sunnah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”

“Mereka orang yang kebingungan, mereka orang yang mabuk. Mereka bukan dari kalangan Yahudi, bukan pula dari kalangan Nasrani, bukan pula dari kalangan Majusi, oleh sebab itu mereka tidak dihukumi dalam Islam.”

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Simaklah pesan serius dari Hudzaifah ini. Beliau mengatakan,

الْمُنَافِقُونَ الَّذِينَ فِيكُمُ الْيَوْمَ، شَرٌّ مِنَ الْمُنَافِقِينَ الَّذِينَ كَانُوا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم… لِأَنَّ أُولَئِكَ كَانُوا يُسِرُّونَ نِفَاقَهُمْ، وَأَنَّ هَؤُلَاءِ أَعْلَنُوهُ

“Orang munafik yang berada di tengah kalian saat ini lebih berbahaya dari orang munafik di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, dahulu orang munafik itu menyembunyikan kemunafikan mereka, sedangkan sekarang orang munafik itu menampakkan kemunafikan mereka.” (Kitab az-Zuhdu  No. 475; Al-Mushannaf No. 37396)

Pada kesempatan lain beliau juga berpesan,

“Kemunafikan itu hanya ada pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun sekarang, yang ada adalah kekufuran setelah mereka beriman.” (HR. Al-Bukhari No. 7114)

Kenapa bisa demikian? Karena orang-orang munafik itu menyembunyikan kemunafikan mereka ketika umat ini dalam kondisi kuat dan berkuasa, lalu kemudian mereka menampakkan kemunafikan mereka ketika Islam sedang terpuruk dan jatuh.

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Benarlah apa yang disampaikan oleh Imam al-Hasan al-Bashri dan Hudzaifah di atas. Betapa banyak kita jumpai saat ini orang yang terang-terangan menghancurkan Islam dan persatuan umat Islam, padahal mereka mengaku muslim.

Betapa tampak jelas kita saksikan para pemimpin-pemimpin yang tanpa rasa malu melancarkan serangan-serangan terhadap ajaran Islam, mengkriminalisasi ajaran Islam, mengkriminalisasi ulama-ulama Islam, mempersempit ruang gerak umat Islam, dan sebagainya.

Fenomena ini persis seperti apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu kepada Ziyad bin Jarir.

“Tahukah engkau apa saja yang menghancurkan Islam? Islam ini akan dihancurkan oleh ketergelinciran seorang alim, perdebatan orang munafik dengan al-Quran, dan munculnya para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 4/196; HR. Khatib al-Baghadi dalam Al-Faqih wal Mutafaqih, 1/595, sanadnya shahih)

Salah seorang ulama bernama ath-Thibi menjelaskan, yang dimaksud dengan menghancurkan Islam dalam perkataan Umar di atas adalah merusak rukun Islam, dan rusaknya rukun Islam diawali dengan zallatul ‘alim, tergelincirnya ulama dari kebenaran, ditinggalkannya amar makruf nahi munkar, diikutinya hawa nafsu, perdebatan para ahli bid’ah yang bersikukuh dengan segala bentuk penakwilan pribadi mereka.”

 

Ikhwani fiddiiin, jamaah shalat dan khutbah Jumat rahimakumullah,

Oleh sebab itu, maka marilah kita selalu memperbaiki keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ‘azza wajalla. mulai dari pribadi masing-masing, memastikan diri kita masing-masing bukan bagian dari orang munafik yang dengan kejinya menghancurkan Islam dari dalam.

Setelah itu, mari kita hidupkan kajian-kajian Islam yang di dalamnya mempelajari ilmu-ilmu syar’i untuk membentengi diri dari berbagai bentuk kesesatan yang akan menggelincirkan hati dan pikiran kita dari kebenaran.

Mari kita hidupkan amar makruf nahi munkar di seluruh level kehidupan dan strata kita di dalam masyarakat, dengan cara yang dibenarkan dalam syariat Islam.

Selanjutnya hendaknya kita selalu waspada terhadap jebakan-jebakan yang disiapkan oleh orang-orang munafik ini. Mari kita bongkar kedok mereka sehingga tampak kekufuran mereka terhadap Islam ini. Karena sungguh, betapa mengerikannya akibat dari ulah orang-orang munafik ini.

Kerusakan mana yang terjadi di tengah masyarakat kita, kecuali di belakangnya ada orang-orang munafik yang menggerakkan?

Kedustaan mana yang kita jumpai di setiap media massa elektronik atau pun cetak, kecuali ada orang munafik yang bermain di belakangnya?

Perpecahan mana yang terjadi pada umat Islam, kecuali ada orang-orang munafik yang bermain di dalamnya?

Oleh sebab itu, waspadalah, waspadalah.. karena bisa jadi, orang munafik itu berada di bawah kelopak mata kita, sementara kita belum menyadarinya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمنًا مُطْمَئِنًّا قَائِمًا بِشَرِيْعَتِكَ وَحُكْمِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ، وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

 

 

 

Download materi khutbah jumat versi PDF klik DI SINI
share on: