Korban Gempa Butuh Uluran Tanganmu, Surga Menyapamu!

Korban Gempa Butuh Uluran Tanganmu Surga Menyapamu0-istidlal.org

Di saat kaum muslimin tanah air dalam suasana gembira menunggu-nunggu hari Raya Idul Adha, saudara-saudara seiman di wilayah Lombok dan sekitarnya justru berduka sebab mereka menjadi korban gempa.

Berkali-kali daerah yang dijuluki kota seribu masjid itu diguncang gempa berkekuatan 5 hingga 7 skala Richter. Hingga Kamis (9/08/2018) tercatat 259 orang meninggal dunia. Ribuan lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan.

Puing dan reruntuhan bangunan menghiasi pemandangan, terutama Lombok Utara dan Lombok Timur. Penduduk mengungsi di tenda dadakan, sebab gempa susulan masih sering terjadi.

Korban gempa bumi di Lombok berada dalam kondisi yang menyedihkan. Banyak korban berada dalam dusun-dusun dan desa-desa terpencil. Mereka terisolir karena terputusnya jalur transportasi. Akses listrik, air bersih, sarana komunikasi, dan kebutuhan pokok lainnya tidak bisa lagi mereka rasakan.

Mereka kelaparan karena bahan makanan sulit didapatkan. Mereka kedinginan karena kekurangan tenda, selimut, dan pakaian layak pakai. Tak hanya kehilangan harta benda, banyak di antara mereka yang kehilangan anggota keluarga tercinta.

 

SEGERA BANTU KORBAN GEMPA, INI BUKTI UKHUWAH ISLAMIYAH

Di bulan haram Dzulhijah yang agung ini, di saat amal-amal shalih dilipat gandakan sampai bilangan yang hanya Allah saja yang mengetahuinya, sudah menjadi kewajiban kaum muslimin tanah air untuk berlomba-lomba memberikan bantuan kepada korban gempa di Lombok.

Sesungguhnya kaum muslimin itu bersaudara. Setiap muslim harus senasib dan sepenanggungan dengan sesama Muslim lainnya. Ia senang jika saudara Muslim lainnya mendapat kebaikan, dan ia sedih jika saudara Muslim lainnya mengalami kesulitan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan kesetiakawanan sesama Muslim adalah wujud dari kesempurnaan iman seorang hamba. Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Salah seorang di antara kalian tidak akan beriman (secara sempurna), sehingga ia menyenangi untuk saudaranya apa yang ia senangi untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan permisalan yang indah tentang wujud ukhuwah yang seharusnya terjalin di antara umat Islam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Nu’man bin Basyir Ra bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَى المُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، كَمَثَلِ الجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالحُمَّى

Engkau akan melihat orang-orang beriman dalam sikap saling menyayangi di antara mereka, saling mencintai di antara mereka, dan saling menyantuni di antara mereka, adalah laksana sebuah tubuh. Jika ada satu anggota tubuh yang sakit, seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakan sakit dengan mengalami sulit tidur dan demam panas.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

AYO SELAMATKAN NYAWA PARA KORBAN GEMPA!

Kaum muslimin korban gempa di Lombok sana adalah saudara kita yang sedang kesusahan. Dan menginfakkan harta di jalan Allah untuk membantu kaum muslimin yang mendapat kesusahan adalah salah satu ciri utama kaum yang bertakwa.

Jika jiwa kita merasa berat untuk menyisihkan sebagian harta kita di jalan Allah, untuk membantu kaum muslimin yang kesusahan, para korban gempa, maka hendaknya kita senantiasa mengingat-ingat besarnya pahala di sisi Allah atas amal infak tersebut. Tiada balasan yang lebih indah selain ridha Allah dan ampunan-Nya.

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengampuni dosa seorang pelacur perempuan di zaman Bani Israil karena jasanya memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan.

Baca juga: Beramal Shalih di Bulan Dzulhijjah

Renungkanlah, seorang wanita pelacur yang banyak dosa, dan seekor anjing, hewan yang dalam ilmu fikih termasuk najis mughalazhah alias najis berat!

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ لَأَجْرًا فَقَالَ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Ketika seorang laki-laki berjalan di sebuah jalan, ia mengalami kehausan yang sangat, lalu ia menemukan sebuah sumur. Ia pun turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Lalu ia keluar dari sumur tersebut. Tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan menjilati debu tanah karena kehausan yang sangat.

Laki-laki itu berkata,

Anjing ini telah mengalami kehausan yang sangat sebagaimana kehausan sangat yang aku rasakan tadi.”

Laki-laki itu lalu turun ke dalam sumur. Ia memenuhi sepatunya dengan air, lalu ia gigit dengan mulutnya, kemudian ia naik sampai tiba di luar sumur. Ia lalu memberi minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih kepada laki-laki itu dan Allah mengampuninya.”

Para sahabat bertanya,

Wahai Rasulullah, apakah kita akan mendapatkan pahala saat memberi minum hewan-hewan ini?

Beliau menjawab,

Pada (memberi minum) setiap perut hewan yang hidup itu ada pahalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244)

Dalam riwayat yang lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

 “Suatu ketika seekor anjing berjalan mengelilingi sebuah sumur dan ia hampir mati karena kehausan. Tiba-tiba ada seorang pelacur wanita dari kalangan Bani Israil [zaman sebelum diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam] melihat anjing tersebut. Pelacur wanita itu melepaskan sepatunya dan mengambil air sumur dengannya, lalu memberi minum kepada anjing tersebut. Atas perbuatannya itu pelacur wanita itu diampuni [oleh Allah Ta’ala].” (HR. Al-Bukhari no. 3467 dan Muslim no. 2245)

Baca juga: Ukhuwah Islamiyah, Syarat Eksistensi Umat

Renungkanlah…

Ribuan korban gempa saudara kita yang kesusahan di Lombok. Juga di Rohingnya, Palestina, Uighur, Somalia, Irak, Suriah, dan wilayah-wilayah kaum muslimin yang sedang kesusahan di berbagai belahan dunia. Mereka manusia, bahkan manusia mulia di sisi Allah. Dan mereka adalah saudara kita. Membantu mereka dengan makanan, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan-kebutuhan vital lainnya tentu lebih besar manfaat dan pahalanya dari sekedar memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Korban Gempa Butuh Uluran Tanganmu Surga Menyapamu-istidlal.org

MENOLONG KORBAN GEMPA, DICINTAI ALLAH DAN MANUSIA

Memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup orang-orang yang tertimpa musibah dan meringankan kesusahan hidupnya merupakan amalan yang sangat mulia. Hukum membantu saudara-saudara muslim yang tertimpa kesusahan adalah wajib. Maka, membantu mereka lebih utama dari ibadah-ibadah sunah biasa.

Banyak sekali ayat Al-Quran dan hadits nabawi yang memerintahkan kaum muslimin untuk menolong saudara-saudara mereka yang kesusahan. Dalil-dalil tersebut menegaskan bahwa manfaat bantuan seorang muslim kepada sesama muslim yang kesusahan akan kembali kepada dirinya sendiri, baik di dunia maupun akhirat.

Manfaat yang secara langsung bisa dirasakan di dunia adalah kebersihan hati si penolong dari penyakit kikir dan cinta dunia. Adapun manfaat di akhirat adalah turunnya ridha Allah, ampunan-Nya, dan balasan surga.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan yang dialami oleh seorang mukmin di dunia, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan meringankan salah satu kesusahan hidupnya di hari kiamat kelak. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada seorang Muslim yang hidupnya susah, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya seorang sahabat datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya,

Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah? Apakah amalan yang paling dicintai Allah?

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا، وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Manusia yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama manusia. Adapun amalan yang paling dicintai Allah adalah engkau memasukkan kegembiraan ke dalam hati seorang muslim, atau engkau menghilangkan kesusahan hidupnya, atau engkau melunasi hutangnya, atau engkau menghilangkan kelaparannya. Sungguh, aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya lebih aku sukai daripada aku melakukan i’tikaf di Masjid Nabawi ini selama satu bulan penuh.”

Lalu beliau melanjutkan sabdanya,

وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى يَتَهَيَّأَ لَهُ أَثْبَتَ اللَّهُ قَدَمَهُ يَوْمَ تَزُولُ الأَقْدَامِ

Barangsiapa berjalan bersama saudaranya untuk memenuhi kebutuhannya sampai kebutuhan itu terpenuhi, niscaya Allah akan meneguhkan telapak kakinya pada hari kiamat saat kaki-kaki manusia tergelincir.” (HR. At-Thabarani)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَشَى فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ خَيْرًا لَهُ مِنَ اعْتِكَافِهِ عَشْرَ سِنِينَ

Barangsiapa berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaranya adalah lebih baik daripada ia melakukan i’tikaf selama sepuluh tahun penuh.” (HR. At-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath. Al-Hafizh Nuruddin Al-Haitsami berkata: Sanadnya bagus)

Dari Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ إِدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى أَخِيكَ الْمُسْلِمِ

Di antara amalan yang menjadi sebab ampunan Allah adalah memasukkan kegembiraan ke dalam hati saudaramu sesama muslim.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath dan Al-Mu’jam Al-Kabir)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَدْخَلَ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ سُرُورًا، لَمْ يَرْضَ اللَّهُ لَهُ ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ

Barangsiapa memasukkan kegembiraan ke dalam hati satu keluarga muslim, niscaya Allah hanya ridha apabila membalasanya dengan balasan surga.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam As-Shaghir dan Al-Mu’jam Al-Awsath)

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo bantu saudara muslim kita para korban gempa Lombok dengan bantuan terbaik yang bisa kita lakukan! [Fadhlullah/istidlal.org]