Materi Khutbah Jumat: Bersama Wali Allah Memerangi Al-Bathil

share on:
Materi Khutbah Jumat Bersama Wali Allah Memerangi Al-Bathil-istidlal.org

Bersama Wali Allah Memerangi Al-Bathil

Oleh: Ibnu Rodja

 

Materi khutbah Jumat versi PDF download DI SINI

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

قال تعالى:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وقال رسول الله:

اتَّقِ اللهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ

ثُمَّ أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah ‘azza wajalla. kita berharap, dengan bekal iman dan takwa tersebut, Allah ‘azza wajalla berikan kita kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketika Allah ‘azza wajalla menciptakan nabi Adam, Allah memerintahkan kepada penduduk langit untuk sujud kepada Adam, semua malaikat sujud, namun Iblis enggan sujud kepada nabi Adam. Ketika Allah ‘azza wajalla bertanya kepada Iblis tentang sebab keengganannya untuk sujud kepada nabi Adam, Iblis berkata, “Aku lebih baik darinya.”

Atas penolakan tersebut, Iblis dikutuk oleh Allah ‘azza wajalla. Kutukan Allah tersebut disertai permintaan penangguhan oleh Iblis agar dirinya ditangguhkan hingga hari kiamat. Dan Allah ‘azza wajalla menerima permintaan Iblis itu.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى

Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.” (QS. Thaha: 117)

Sejak saat itu pula lah Iblis berupaya untuk menggelincirkan anak cucu Adam dari jalan kebenaran. Adam dan Hawa menjadi korban pertama makar licik Iblis, sehingga keduanya diturunkan oleh Allah ‘azza wajalla ke dunia.

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Peristiwa di atas adalah episode pertama pertarungan antara al-Haq dan al-Bathil. Dan jika kita melihat sejarah, terutama sejarah para Nabi, maka kita akan mendapati bahwa setiap Nabi dan Rasul adalah kesatria yang senantiasa membela kebenaran.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah kami jadikan untuk setiap nabi musuh dari kalangan setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Rabb-mu menghendaki niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama (kebohongan) yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-An’am: 112)

Ada nabi Nuh yang berdakwah selama 950 tahun, hanya memiliki pengikut 11 orang. Sedangkan kaumnya, senantiasa memperolok-oloknya, memusuhinya dan mereka terus berbuat kesyirikan kepada Allah ‘azza wajalla yang berupa penyembahan terhadap orang-orang sholeh yang sudah meninggal di antara mereka.

Episode ini ditutup oleh Allah ‘azza wajalla dengan menurunkan banjir yang menenggelamkan seluruh negeri, yang membuat kaumnya tenggelam. Sedangkan Nabi Nuh dan orang-orang beriman kepadanya, diselamatkan oleh Allah ‘azza wajalla melalui perantara kapal sebagaimana petunjuk yang Allah wahyukan kepadanya.

Ada Nabi Shalih yang Allah utus kepada kaum Tsamud. Allah ‘azza wajalla berfirman,

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shalih. Shalih berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)”.  (QS. Hud: 61)

Namun, kaum Tsamud ingkar kepada Nabi Shalih, mereka menyembelih Unta yang menjadi mukjizat Nabi Shalih, oleh sebab itu Allah menimpakan azab kepada mereka.

Ada Ibrahim dan Namrud, ada Musa dan Firaun, dan masih banyak lagi potret pergulatan antara al-Haq dan al-Bathil yang disebutkan di dalam Al-Quran. Ini merupakan sunnatullah yang terjadi sejak manusia diciptakan, dan pertarungan antara hak dan Bathil akan senantiasa terjadi hingga akhir zaman.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Dan mereka senantiasa memerangi kalian sampai kalian keluar dari din kalian, jika mereka mampu melakukan itu.” (QS. Al-Baqarah: 217)

Ayat ini menjelaskan bahwa setan-setan dari kalangan jin dan manusia, para pembawa panji kekufuran, akan terus dan terus menjerumuskan umat Islam, para pemegang kebenaran, ke jurang kekufuran. Dan upaya ini tidak akan berhenti, hingga hari kiamat tiba.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

Selalu ada dari umatku senantiasa yang menegakkan perintah Allah. Tidak dapat mencelakai mereka orang yang menghinanya dan juga orang yang menyelisihinya, hingga Allah datangkn kepada mereka perkaranya sedangkan mereka tetap kondisi seperti itu.

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pertarungan ini adalah pertarungan lintas generasi, pertarungan dimana pemegang peran dan tokohnya selalu berganti di setiap masanya. Pertarungan yang terjadi di setiap lini kehidupan. Dan ketika episode pertarungan itu menghampiri kita, pertanyaan besarnya adalah, berada di pihak manakah kita?

Apakah kita berada di pihaknya Nabi Musa atau berada di pihaknya Firaun?

Apakah kita berada di atas kapal Nuh dengan jumlah orang yang sedikit atau kita berada di daratan bersama kebanyakan manusia yang kemudian ditenggelamkan Allah?

Apakah kita berlari ke gua bersama para Ashabul Kahfi atau kita justru tinggal bersama kekufuran?

Apakah kita termasuk mereka yang berhijrah dan berjihad bersama Rasul atau kita justru memusuhi dan menghalangi dakwah dan jihadnya?

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam pertempuran antara al-Haq dan al-Bathil, manusia terbagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang tidak tahu akan adanya pertentangan antara yang al-Haq dan al-Bathil.

Mereka merasa bahwa dunia ini tenang-tenang saja, mereka seolah tidak sadar bahwa agamanya sedang dimusuhi, mereka tidak peduli bahwa saudara-saudara mereka sedang diperangi. Mereka lebih memilihi hidup bersantai di rumah.

Kelompok kedua adalah mereka yang mengetahui adanya pertentangan antara al-Haq dan al-Bathil, mereka mencari ini akan tetapi mereka menganggap bahwa diri mereka tidak perlu ikut dan turut campur dalam episode pertempuran antara al-Haq dan al-Bathil. Sehingga tidak ada keinginan diri untuk mencari tahu ahlul al-Haq dan ikut membantu dan terlibat dalam membela kebenaran.

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kelompok berikutnya adalah mereka yang sadar akan pertempuran antara al-Haq dan Bathil, mereka berusaha untuk mengenali para pengusung kebenaran dan mereka ikut dalam mendukung dan memberikan support kepada ahlul haq.

Kelompok berikutnya adalah mereka yang ikut terlibat dalam membela kebenaran, akan tetapi di tengah jalan mereka berbalik arah. Mereka tidak sabar menempuh beratnya perjuangan. Mereka terburu-buru untuk menang. Mereka tidak siap mengikuti setiap dinamika perjuangan yang terkadang pasang surut.

Hal ini karena Allah ‘azza wajalla memilih siapa saja yang akan berkontribusi untuk membela agamanya. Oleh karenanya panjangnya jalan perjuangan dan ujian yang datang silih berganti dalam bahtera perjuangan adalah cara Allah ‘azza wajalla menyisihkan mereka yang tidak sabar dalam perjuangan ini.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ

Dipalingkan darinya (AL-Quran dan Rasul) orang yang dipalingkan.” (QS. Adz-Dzariyat: 9)

Yaitu Allah menjadikan Al-Quran dan Rasul sebagai sarana untuk menyeleksi keimanan mereka yang mengaku beriman. Ketika Allah perintahkan berjihad, maka orang-orang munafik dengan banyak alasan berupaya untuk tidak ikut berjihad. Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

Dan jika seandainya mereka berniat serius untuk berangkat (berjihad), niscaya mereka mempersiapkan bekal untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keiginan mereka dan dikatakan kepada mereka, “Duduklah kalian bersama orang-orang yang duduk.(QS. At-Taubah: 46)

Ayat ini menegaskan bahwa berjuang di jalan Allah, berjihad di jalan-Nya merupakan cara Allah ‘azza wajalla menguji klaim-klaim keimanan seseorang. Apakah dia serius ingin berada di bahtera nabi Nuh, apakah dia betul-betul sabar menghadapi kejaran Firaun, apakah mereka cukup kuat untuk kabur ke guanya ashhabul kahfi?

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dari pemaparan di atas, dapat kita pahami bahwa untuk berada di bawah al-haq, dibutuhkan keimanan dan kesabaran agar dapat senantiasa menjadi ahlul haq. Sabar untuk menapakai setiap ujian dan rintangan perjuangan, sabar untuk menapaki tahap demi tahap perjuangan, sabar untuk dimusuhi, sabar untuk dicemooh dan olok-olok.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pada khutbah pertama tadi, khatib telah menjelaskan bahwa pertarungan antara al-Haq dan al-Bathil sudah ada sejak nabi Adam dan akan berlangsung hingga hari kiamat. Dan di antara tugas para Nabi adalah menjelaskan kebenaran yang otomatis akan mendapatkan pertentangan dari para pendukung kebatilan.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita untuk menjadi pembela al-Haq, pendukung kebenaran. Nah, untuk itu perlu bagi kita untuk mengenali kebenaran dan mengenali ciri-ciri para pembawa kebenaran. Jika kita mengenali kebenaran, maka kita akan tahu siapa saja para pambawa kebenaran tersebut. Ada baiknya kita merenungkan hadits berikut ini, dalam rangka mengenal para pemegang kebenaran di akhir zaman

لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

Selalu ada dari umatku senantiasa yang menegakkan perintah Allah. Tidak dapat mencelakai mereka orang yang menghinanya dan juga orang yang menyelisihinya, hingga Allah datangkan kepada mereka perkaranya sedangkan mereka tetap kondisi seperti itu.”

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Mereka adalah orang-orang yang menegakkan perintah-perintah Allah, menegakkan syariat-syariat Allah di saat orang-orang berbondong-bondong meninggalkanya, mereka adalah orang yang tidak peduli cemoohan orang lain, mereka tidak peduli tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada mereka selama mereka tetap memegang syariat Allah. Dan mereka adalah orang-orang yang sabar hingga ketentuan Allah menemui mereka, baik itu kemenangan atau mati di dalam keimanan.

 

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tutup khutbah ini dengan memanjatkan doa kepada Allah ‘azza wajalla,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اَللَّهُمَّ اكْفِنا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

MATERI KHUTBAH JUMAT VERSI PDF DOWNLOAD DI SINI

share on: