Materi Khutbah Jumat: Beban Ulama Penjaga Akidah

share on:
Materi Khutbah Jumat Beban Ulama Penjaga Akidah-istidlal.org

Materi Khutbah Jumat Tentang Peran Ulama

Beban Ulama Penjaga Akidah

Pemateri: Muhammad Saitama | Editor: Musa

 

 

Download materi khutbah Jumat versi PDF klik DI SINI

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

قال تعالى: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وقال رسول الله:

اتَّقِ اللهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ

ثُمَّ أَمَّا بَعْدُ،

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Puji syukur kepada Allah yang telah mengaruniai kita tauhid dan iman dalam dada. Keyakinan yang harus kita bela meski nyawa jadi taruhannya. Tak boleh terlepas meskipun harus berkalang tanah, apalagi sampai terlepas hanya karena harta yang sebentar musnah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan orang-orang yang memegang teguh panji tauhid sampai kiamat tiba.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Bicara soal membela akidah, mustahil pikiran kita bisa lepas dari sosok Imam Ahmad bin Hanbal. Demi membela akidah yang lurus, Imam Ahmad memilih dipenjara daripada mengakui sebuah penyimpangan akidah berupa ‘khalqul Quran‘. ‘Khalqul Quran’ adalah sebuah paham sesat yang menyatakan bahwa al-Quran adalah makhluk. Paham ini berbahaya karena jika al-Quran dianggap sebagai makhluk dan bukan firman Allah, pada akhirnya al-Quran akan diposisikan sebagaimana makhluk lain. Al-Quran bisa dianggap mati saat ayat-ayatnya dianggap tak lagi relevan dengan zaman.

Parahnya, paham sesat ini justru diamini oleh khalifah saat itu yaitu Abdullah al-Makmun. Al-Makmun sendiri memang terkenal sebagai pecinta filsafat dan banyak membaca terjemahan buku-buku Yunani. Saat virus ini menyebar, dia menyambutnya dan bahkan menjadikannya sebagai asas dalam keyakinan. Al-Makmun berusaha keras agar paham ini menyebar dan diakui oleh seluruh kaum muslimin. Dengan kekuasaannya, Al-Makmun memaksa rakyatnya untuk mengakui paham ini. Tindakan represif pun tak segan dilakukan. Siapa menolak, penjara dan cambuk siap mengurung dan menyiksanya.

Tak terkecuali para ulama. Al-Makmun memaksa para ulama mengakui paham ini. Karena kerasnya siksaan dan ancaman, tidak sedikit ulama yang memilih bersilat lidah, mengakui paham ini dengan bahasa yang manipulatif, meski sebenarnya mengingkari. Hanya ada dua orang ulama yang bersikeras menentang dengan tegas dan tanpa manipulasi. Mereka adalah Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Nuh. Muhammad bin Nuh meninggal karena siksaan yang berat saat dipindahkan ke Tharsus. Tinggallah Imam Ahmad sendirian, menanggung beban penjagaan al-Quran sementara ulama lain memilih rukhsah untuk bertaqiyah karena takut ancaman dan siksaan.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Imam Ahmad bin Hanbal tetap teguh memegang prinsip bahwa al-Quran bukan makhluk, melainkan firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad. Beliau tidak mau ikut-ikutan bersilat lidah agar dibebaskan karena Beliau khawatir umat akan tersesat. Beliau juga teringat pesan Muhammad bin Nuh sebelum meninggal bahwa bagi para ulama, menjaga akidah umat adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan meski harus menanggung siksaan. Ulama adalah panutan umat, jika dia tidak tegas dalam membela kebenaran, umat akan sesat.

Imam Ahmad pun menjalani hari demi hari dalam siksaan dan kurungan. Rezim Al-Makmun berakhir pasca meninggalnya sang Khalifah yang oleh beberapa ulama dianggap telah terpengaruh paham syiah. Berganti ke Rezim al-Mu’tashim. Takdir Allah menentukan al-Mu’tahsim mewarisi paham yang sama dengan pendahulunya hingga Imam Ahmad pun tetap mendekam dipenjara. Berganti ke rezim al-Watsiq, al-Watisq pun setali tiga uang dengan pendahulunya. Imam Ahmad tetap berada dipenjara yang pengap.

Barulah pada masa al-Mutawakil yang menggantikan al-Watsiq, mendung paham sesat ini sirna. Al-Mutawakkil memiliki paham yang sama dengan Imam Ahmad. Dia tidak menyetujui paham sesat berupa khalqul Quran. Kemudian, secara revolusioner, al-Mutawakil membabat habis paham ini. Dia juga membebaskan Imam Ahmad, bahkan memuliakan Beliau dengan sepenuh hati.  Memberikan berbagai fasilitas hidup untuk sang Imam dan keluarganya. Imam Ahmad bersikeras menolak dan tak pernah sedikit pun mau menerima hadiah dan fasilitas tersebut. Namun, Imam Ahmad tetap memberikan arahan dan masukan untuk sang khalifah. Al-Mutawakkil pun banyak mengadopsi petuah Imam Ahmad dalam kebijakan-kebijakannya.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Entah apa jadinya jika saat itu, Imam Ahmad bin Hanbal menyerah pada siksaan dan mengakui paham sesat tersebut. Mungkin saat ini, kita pun akan mewarisi paham itu dan menyangkanya sebagai pemahaman yang benar. Wal’iyadzu billah.

Di sinilah salah satu peran sentral ulama. Ulama selalunya akan menjadi mercusuar akidah dan tauhid umat, memandu mereka agar tak menabrak karang paham sesat dan akhirnya hancur dan tenggelam. Ulama adalah benteng utama keislaman umat. Jika ulama lemah dalam memegang prinsip, umat pun akan lemah. Jika ulama kuat mempertahankan prinsip meski harus berhadapan dengan kediktatoran penguasa, maka semangat dan keyakinan umat pun akan tersuntik dan menguat.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Imam Ahmad saat itu masih hidup di era khilafah Islam. Sebuah pemerintahan yang menjunjung tinggi Islam dan menjadikan syariat sebagai aturan kepemerintahan meski beberapa oknum khalifahnya ada yang zalim dan terpengaruh paham sesat. Pun demikian, ulama masih harus bekerja keras menahan siksaan dan hukuman demi menjaga akidah umat. Lantas bagaimana dengan kita hari ini?

Kita hidup di zaman di mana pemerintahan Islam telah runtuh. Hancur berkeping terganti menjadi negara-negara yang dipisahkan dan disatukan berdasarkan suku dan bangsa, dan agama disingkirkan dari kekuasaan sejauh-jauhnya. Kekuasaan lebih banyak dipegang oleh-oleh manusia-manusia yang tak menggubris syariat dan lebih banyak tunduk pada kekuatan Zionis maupun Komunis. Periode demi periode kekuasaan berganti, tak satu pun yang tampak ingin menegakkan syariat para Nabi ini, meskipun dirinya seorang muslim.

Di zaman ini, tentunya para ulama harus bekerja lebih keras lagi dalam menjaga tauhid, iman dan akidah umat. Beragam virus paham sesat dan racun iman bergerak bebas diudara mengancam hati dan pikiran umat karena negara hanya menggubris soal infrastruktur dan kesejahteraan dunia.

Sebagian ulama masih bisa berdakwah meski harus menghadapi berbagai ancaman dan makar jahat. Sebagian mereka dipenjara karena dipandang membahayakan ideologi negara. Sementara itu, sebagian ulama lain memilih menukar maqam mulia mereka sebagai pewaris nabi dengan secuil jabatan dan uang.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Oleh karenanya, sebagai umat yang hidup di zaman fitnah ini, kita harus pandai-pandai memilih dan menentukan siapa ulama yang layak dijadikan panutan. Pilihlah Ahmad-Ahmad bin Hanbal abad ini yang berani dengan tegas dan tegak menghadapi kelaliman penguasa dan instruksi Zionis dan Komunis.

Pilihlah ulama-ulama yang banyak diwaspadai oleh Amerika daripada yang disokong dengan miliaran dana. Pilihlah ulama-ulama yang meletakkan beban penjagaan tauhid dan akidah umat di punggung mereka sendiri, sementara orang lain tidak ada yang berani.

Dengan demikian, insyaallah kita tidak akan salah jalan. Dengan demikian, insyaallah kita selalu berada di track yang benar, tentunya dengan senantiasa memohon hidayah dan pertolongan dari ar Rahman. Pilihlah para ulama penjaga akidah, karena pilihan kita menentukan langkah dan nasib kita selanjutnya. Wallahul musta’an

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمنًا مُطْمَئِنًّا قَائِمًا بِشَرِيْعَتِكَ وَحُكْمِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ، وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

 

 

Download materi khutbah Jumat versi PDF klik DI SINI
share on: